Hari ini dapat challenge menulis dari grup emak-emak, pas banget dapat cerita tentang sidang tilang yg dialami sendiri, kisah nyata lho :-)
Ini adalah jadwal sidang saya yang ke-3, setelah sidang skripsi dan sidang tesis he…tapi tetep saja yang namanya sidang selalu buat deg-degan. Tanya ke suami belum pernah, tanya ke beberapa teman kantor juga belum pernah. Ok lah…kita hadapi hari ini dengan optimis, Jumat berkah insya Allah.
Jadi cerita ini diawali ketika suatu pagi saat mengejar 7.30 di kantor, saya didekati bapak polisi saat berhenti di lampu merah.Langsung lah pak polisi itu menanyakan SIM n STNK motor, saya sih santai saja karena selama ini pas ada razia selalu lolos. Surat-surat lengkap.
Ternyataaaa….motor saya disuruh pinggirkan dan diarahkan ke pak polisi lain yang yang lagi nulis2 di kertas biru dan pink. Akhirnya dituliskanlah surat tilang atas nama saya hiks….alasannya lampu motor saya tidak dinyalakan di pagi itu.
Meski sedih namun gak boleh baper…harus move on, langsung segera tancap gas ke kantor dan saya tidak telat Ketidak telatan ini seperti sebuah oase di tengah gurun…..
Eh lanjut ya…
Hari ini jadwal sidang jam 09.00, saya datang ke kantor Kejaksaan jam 09.10, dan sudah penuh parkiran plus orang-orang disana. Sendirian saya menyibak kerumunan orang dan berdiri di samping beberapa polisi yang duduk di ruangan itu.
“Pak saya mau kumpulkan surat tilang.” kata saya
“ Tanggal sidangnya pastikan hari ini sudah benar bu? “ jawab polisi itu.
“Iya pak sudah benar, tanggal 2 Februari jam 09.00”, sambil saya sodorkan surat tilang pink.
“Oh ibu sudah transfer di bank ya sebelumnya? Langsung saja dikumpulkan di meja sebelah bu, nanti langsung dipanggil ambil STNK nya” kata polisi lagi.
Saya baru inget ternyata pas siang setelah ditilang, saya dapat sms untuk membayar 50 ribu via bank. Ok lah…masih berharap tidak ikut sidang saya segera bayar di bank, dan saya menunggu-nunggu ternyata tidak ada sms pembatalan sidang hiks…
Lanjut ya…pas surat tilang saya kumpulkan di meja pengambilan STNK, surat itu harus diantrikan bareng surat-surat yang lain. Artinya saya harus menunggu dipanggil saat giliran surat tilang saya dicocokkan dengan STNK. Dan akhirnya setalah kurang lebih 15 menit saya menunggu, ada panggilan dari petugas kejaksaan atas nama saya.
Saya datang ke meja petugas, tanda tangan dan STNK kembali ada di tangan saya. Alhamdulillah…gak se ngeri 2 sidang sebelumnya he…
Judul acaranya sidang tilang, tapi kenyataannya datang-bayar-ambil. Semoga bermanfaat ya…
Tips :
1. Hati-hati di jalan, jangan sampai kena tilang
2. Jika kena tilang, ikuti saja prosedurnya. Pernah sih baca postingan masalah surat tilang biru dan pink, tapi dah gak kepikiran pas di stop polisi he…
3. Jika di sms resmi untuk pembayaran biaya tilang, bayar saja duluan agar antrian gak lama pas ambil stnk
4. Datang ke Kejaksaan pas hari sidang, parkirkan kendaraan di tempat yang mudah keluar lagi. Karena kalau proses sidang cepat tapi pas ambil kendaraan susah karena posisi motor di tengah2 parkiran sama saja jadinya…gak bisa pulang cepat.
5. Kalo datangnya siang mepet sholat Jumat, mungkin gak pake antri ya
6. Ambil hikmah dari setiap kondisi dan kejadian yang ada di sekitar kita, Allah punya rencana special untuk masing-masing kita
#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikDanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe1
Ini adalah jadwal sidang saya yang ke-3, setelah sidang skripsi dan sidang tesis he…tapi tetep saja yang namanya sidang selalu buat deg-degan. Tanya ke suami belum pernah, tanya ke beberapa teman kantor juga belum pernah. Ok lah…kita hadapi hari ini dengan optimis, Jumat berkah insya Allah.
Jadi cerita ini diawali ketika suatu pagi saat mengejar 7.30 di kantor, saya didekati bapak polisi saat berhenti di lampu merah.Langsung lah pak polisi itu menanyakan SIM n STNK motor, saya sih santai saja karena selama ini pas ada razia selalu lolos. Surat-surat lengkap.
Ternyataaaa….motor saya disuruh pinggirkan dan diarahkan ke pak polisi lain yang yang lagi nulis2 di kertas biru dan pink. Akhirnya dituliskanlah surat tilang atas nama saya hiks….alasannya lampu motor saya tidak dinyalakan di pagi itu.
Meski sedih namun gak boleh baper…harus move on, langsung segera tancap gas ke kantor dan saya tidak telat Ketidak telatan ini seperti sebuah oase di tengah gurun…..
Eh lanjut ya…
Hari ini jadwal sidang jam 09.00, saya datang ke kantor Kejaksaan jam 09.10, dan sudah penuh parkiran plus orang-orang disana. Sendirian saya menyibak kerumunan orang dan berdiri di samping beberapa polisi yang duduk di ruangan itu.
“Pak saya mau kumpulkan surat tilang.” kata saya
“ Tanggal sidangnya pastikan hari ini sudah benar bu? “ jawab polisi itu.
“Iya pak sudah benar, tanggal 2 Februari jam 09.00”, sambil saya sodorkan surat tilang pink.
“Oh ibu sudah transfer di bank ya sebelumnya? Langsung saja dikumpulkan di meja sebelah bu, nanti langsung dipanggil ambil STNK nya” kata polisi lagi.
Saya baru inget ternyata pas siang setelah ditilang, saya dapat sms untuk membayar 50 ribu via bank. Ok lah…masih berharap tidak ikut sidang saya segera bayar di bank, dan saya menunggu-nunggu ternyata tidak ada sms pembatalan sidang hiks…
Lanjut ya…pas surat tilang saya kumpulkan di meja pengambilan STNK, surat itu harus diantrikan bareng surat-surat yang lain. Artinya saya harus menunggu dipanggil saat giliran surat tilang saya dicocokkan dengan STNK. Dan akhirnya setalah kurang lebih 15 menit saya menunggu, ada panggilan dari petugas kejaksaan atas nama saya.
Saya datang ke meja petugas, tanda tangan dan STNK kembali ada di tangan saya. Alhamdulillah…gak se ngeri 2 sidang sebelumnya he…
Judul acaranya sidang tilang, tapi kenyataannya datang-bayar-ambil. Semoga bermanfaat ya…
Tips :
1. Hati-hati di jalan, jangan sampai kena tilang
2. Jika kena tilang, ikuti saja prosedurnya. Pernah sih baca postingan masalah surat tilang biru dan pink, tapi dah gak kepikiran pas di stop polisi he…
3. Jika di sms resmi untuk pembayaran biaya tilang, bayar saja duluan agar antrian gak lama pas ambil stnk
4. Datang ke Kejaksaan pas hari sidang, parkirkan kendaraan di tempat yang mudah keluar lagi. Karena kalau proses sidang cepat tapi pas ambil kendaraan susah karena posisi motor di tengah2 parkiran sama saja jadinya…gak bisa pulang cepat.
5. Kalo datangnya siang mepet sholat Jumat, mungkin gak pake antri ya
6. Ambil hikmah dari setiap kondisi dan kejadian yang ada di sekitar kita, Allah punya rencana special untuk masing-masing kita
#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikDanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe1


Tidak ada komentar:
Posting Komentar