Minggu, 18 Februari 2018

ROAD TO MEDIA (2)

Pernahkah anda singgah di sebuah restoran/rumah makan dan memberikan apresiasi jika menu dan hasil racikan koki menjadi sesuatu hal yang memuaskan lidah dan hati anda?
Gak usah sebut nama dan merk lah...masing-masing kita tentunya punya standar masing-masing tentang definisi rasa ENAK dan ENAK SEKALI...

Begitulah dunia pekerjaan saya, diibaratkan sebuah restoran ada yang menyusun menu, ada yang berbelanja, ada yang membuat resep masakan, ada yang bertugas sebagai koki, ada pula pramusaji yang menyajikannya di hadapan pelanggan. Kenapa? Karena dunia kerja saya dari hulu ke hilir, ada saatnya saya berada di hulu ada saatnya saya berada di hilir...namun keduanya mempunyai aliran dan muaranya sama.


Saya pernah singgah di 5 kantor,ada yang cuma beberapa bulan dan ada pula yang sampai beberapa tahun.
Di 3 kantor sebelumnya saya termasuk petugas bagian hulu, diibaratkan sebuah restoran tadi saya ada di tugas berbelanja. Bagaimana saya harus memilih bahan masakan di daftar belanja yang sudah ada...

Saya sudah dibekali SOP pencacahan dan pengawasan, konsep definisi, dan sedikit ilmu hubungan masyarakat. Tinggal bagaimana saya mengolah energi dan rasa dengan responden agar data yang terkumpul adalah data kualitas terbaik sesuai konsep dan definisi yang telah ditetapkan. Tak jarang wawancara yang singkat harus selesai lebih panjang demi mengolah rasa empati kepada responden atas beban hidup yang mereka rasakan. Terkadang saya juga harus menjelaskan apa dan bagaimana sebuah data dibutuhkan kepada aparat pemerintah daerah setempat ataupun pimpinan perusaahaan. Atau mengurai rasa curiga di hati setiap pemilik rumah ketika pintunya diketuk petugas BPS.
Ditolak responden? Sudah berkali-kali...
Janji palsu responden? Tak bisa dihitung jari lagi...berapakah pulsa hp yang terkuras untuk telpon menanyakan kuesioner yang tiba2 hilang entah kemana, menunggu bermenit-menit dan berjam-jam demi bertemu si bos yang katanya sedang rapat, namun ternyata keluar kantor lewat pintu belakang. Dan pengalaman lucu, bahagia, sedih dan dramatis lainnya.

Kemudian di kantor ke 4 saya diberi kesempatan untuk bergabung di bagian hilir, istilah restoran adalah bagian pramusaji. Data dari petugas pencacah mingguan, 2 mingguan, dan bulanan tersaji cantik di halaman Berita Resmi Statistik Harga Konsumen atau yang lebih terkenal dengan nama BRS INFLASI setiap awal bulan.
Atau tentang pengeluaran petani dalam memutar roda kehidupannya di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan lain -lain dalam BRS Nilai Tukar Petani yang tersaji tak kalah cantiknya di tanggal yang sama.
Pun menyajikan nilai Pertumbuhan Ekonomi yang dipresentasikan 3 bulan sekali, memaknai sebuah angka bahwa bertambah jumlah itu belum tentu bertumbuh secara ekonomi. Pelanggan tidak akan tahu jika pramusaji tepat waktu mengantarkan data itu didukung oleh tim yang mungkin malam sebelumnya kurang tidur, merelakan hari liburnya di depan meja laptop, atau mengetik angka demi angka dari rumah sambil menyusui sang bayi. Apa dan bagaimana sisi belakang pramusaji pelanggan hanya tahu...pesanannya disajikan tepat waktu.

Dan sekarang saatnya saya diberikan kesempatan sebagai marketing...untuk apa? Agar pelanggan yang datang restoran semakin banyak, pelanggan lama tidak beralih dan pelanggan baru semakin mendekat. Caranya? Kenalkan menu kita kepada khalayak ramai, mungkin banyak yang tidak datang ke restoran kita karena belum tahu menu yang disajikan, belum tahu rumitnya dan keistimewaan racikan bumbu yang digunakan dan terpenting belum tahu bahwa hidangan yang disajikan pramusaji sangat spesial.

Ini adalah babak baru bagi saya dan juga beberapa kawan yang lain...di satu sisi tetap menjadi petugas hulu ataupun hilir, disatu sisi lagi ditambah dunia marketing....road to media!


Terima kasih ilmunya mbak Tasmilah Ummufarah...semoga bersama-sama kita bisa menjadi marketing terbaik untuk data yang terpercaya untuk semua!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Umroh Keluarga Tanpa Fasilitas Makan?