Saya lupa kapan tepatnya mulai menikmati dunia maya (online) yang
sangat membantu di beberapa kebutuhan yang saya cari. Salah satu hal
yang menjadi perbedaan adalah saat saya harus menyelesaikan tugas akhir
kuliah.
Tugas akhir kuliah yang pertama di Jakarta tahun 2004
(ketahuan umurnya ya he...) saya harus rajin datang ke perpustakaan
untuk cari referensi. Waktu itu perpustakaan favorit saya ada di LIPI.
Banyak penelitian sejenis yang sudah disajikan dalam bentuk laporan
maupun buku cetak. Berkali-kali saya datang kesana untuk melengkapi
tugas akhir saya, sambil membaca lembar demi lembar buku sebagai
tambahan referensi.
Saat menyelesaikan tugas akhir kuliah yang
kedua 2011 di Bandung, mulailah saya menggunakan referensi online. Cukup
di depan laptop saya bisa mencari jurnal yang berkaitan dengan topik
penulisan. Ternyata jurnal utama itu diterbitkan di negeri Paman Sam,
namun atas bantuan dunia maya saya dengan mudah mendapatkannya dari
rumah kontrakan di Bandung. Untuk menambah referensi saya pun mencari
artikel dan laporan penelitian yang sejenis. Lagi-lagi tidak perlu
susah-susah datang ke perpustakaan, semua ada di layar laptop. Modal
utamanya adalah laptop, data internet (modem), snack dan kopi
he...karena sebagai ibu dengan 3 anak balita, saya baru bisa membuka
laptop setelah anak-anak terlelap tidur. Sehingga jika darurat siang
hari saya harus buka laptop maka mengungsi di masjid Salman ITB demi
ketenangan dari tingkah lucu dan usil anak-anak.
Selain itu
ternyata dunia maya juga mendukung bisnis kecil-kecilan emak, mulai dari
jualan pulsa, tiket pesawat, jas hujan, kaos bandung, buku, minuman dan
lain-lain. Meski episode jualan ini hanyalah euforia sesaat, senang
jika ada teman yang tercukupi kebutuhannya dengan cepat, tepat dan hemat
he...
Dunia online bagi emak di tahun 2018 ini semakin beragam
manfaatnya (selain belanja ya…). Kita bisa ikut kursus bahasa Inggris,
bahasa Arab, kajian online, tahsin, hafalan Al Quran, kuliah whatapps
dan banyak hal lagi. Sisi positifnya dengan online semua kebutuhan ilmu
bisa tercukupi namun sesungguhnya keberadaan guru/pembimbing di dunia
nyata mutlak tetap diperlukan. Pun otak kita pun tidak bisa dijejali
berbagai cabang ilmu yang mudah kita dapatkan di sekitar kita.
Fokus...fokus …dan fokus adalah kuncinya. Pilah pilih mana yang
prioritas utama dan mana yang sekedar keinginan dan trend sesaat. Jangan
sampai rajin online tapi suami dan anak-anak tersingkirkan he….
Note buat emak online : Janganlah menyediakan fasilitas online yang bisa
diakses pribadi dan menyendiri bagi anak, baik laptop maupun hp. Karena
internet bagi anak tidak hanya membuat cerdas namun juga membuat rusak
anak-anak kita. Perasaan sayang kita ke anak justru diwujudkan dengan
membatasi waktu dan fasilitas online untuk mereka. (Ini dari materi POMG di SDIT
:-)
Saya lahir di tahun 80an....ternyata saat ini jauh berbeda dengan masa
kecil saya, bahkan tidak pernah terbesit dalam pemikiran saat itu. Entah
anak2 nanti akan hidup di masa yang seperti apa, mungkin mobil terbang,
warung robot atau saatnya migrasi ke planet lain. Namun tetap bekal
IMAN untuk anak-anak kita...insya Allah ini yang akan menyelamatkan
kehidupan mereka apapun masanya. Aamiin


Tidak ada komentar:
Posting Komentar