Senin, 26 Februari 2018

EMAK ONLINE


Saya lupa kapan tepatnya mulai menikmati dunia maya (online) yang sangat membantu di beberapa kebutuhan yang saya cari. Salah satu hal yang menjadi perbedaan adalah saat saya harus menyelesaikan tugas akhir kuliah.

Tugas akhir kuliah yang pertama di Jakarta tahun 2004 (ketahuan umurnya ya he...) saya harus rajin datang ke perpustakaan untuk cari referensi. Waktu itu perpustakaan favorit saya ada di LIPI. Banyak penelitian sejenis yang sudah disajikan dalam bentuk laporan maupun buku cetak. Berkali-kali saya datang kesana untuk melengkapi tugas akhir saya, sambil membaca lembar demi lembar buku sebagai tambahan referensi.


Saat menyelesaikan tugas akhir kuliah yang kedua 2011 di Bandung, mulailah saya menggunakan referensi online. Cukup di depan laptop saya bisa mencari jurnal yang berkaitan dengan topik penulisan. Ternyata jurnal utama itu diterbitkan di negeri Paman Sam, namun atas bantuan dunia maya saya dengan mudah mendapatkannya dari rumah kontrakan di Bandung. Untuk menambah referensi saya pun mencari artikel dan laporan penelitian yang sejenis. Lagi-lagi tidak perlu susah-susah datang ke perpustakaan, semua ada di layar laptop. Modal utamanya adalah laptop, data internet (modem), snack dan kopi he...karena sebagai ibu dengan 3 anak balita, saya baru bisa membuka laptop setelah anak-anak terlelap tidur. Sehingga jika darurat siang hari saya harus buka laptop maka mengungsi di masjid Salman ITB demi ketenangan dari tingkah lucu dan usil anak-anak.

Selain itu ternyata dunia maya juga mendukung bisnis kecil-kecilan emak, mulai dari jualan pulsa, tiket pesawat, jas hujan, kaos bandung, buku, minuman dan lain-lain. Meski episode jualan ini hanyalah euforia sesaat, senang jika ada teman yang tercukupi kebutuhannya dengan cepat, tepat dan hemat he...

Dunia online bagi emak di tahun 2018 ini semakin beragam manfaatnya (selain belanja ya…). Kita bisa ikut kursus bahasa Inggris, bahasa Arab, kajian online, tahsin, hafalan Al Quran, kuliah whatapps dan banyak hal lagi. Sisi positifnya dengan online semua kebutuhan ilmu bisa tercukupi namun sesungguhnya keberadaan guru/pembimbing di dunia nyata mutlak tetap diperlukan. Pun otak kita pun tidak bisa dijejali berbagai cabang ilmu yang mudah kita dapatkan di sekitar kita. Fokus...fokus …dan fokus adalah kuncinya. Pilah pilih mana yang prioritas utama dan mana yang sekedar keinginan dan trend sesaat. Jangan sampai rajin online tapi suami dan anak-anak tersingkirkan he….

Note buat emak online : Janganlah menyediakan fasilitas online yang bisa diakses pribadi dan menyendiri bagi anak, baik laptop maupun hp. Karena internet bagi anak tidak hanya membuat cerdas namun juga membuat rusak anak-anak kita. Perasaan sayang kita ke anak justru diwujudkan dengan membatasi waktu dan fasilitas online untuk mereka. (Ini dari materi POMG di SDIT :-)

Saya lahir di tahun 80an....ternyata saat ini jauh berbeda dengan masa kecil saya, bahkan tidak pernah terbesit dalam pemikiran saat itu. Entah anak2 nanti akan hidup di masa yang seperti apa, mungkin mobil terbang, warung robot atau saatnya migrasi ke planet lain. Namun tetap bekal IMAN untuk anak-anak kita...insya Allah ini yang akan menyelamatkan kehidupan mereka apapun masanya. Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Umroh Keluarga Tanpa Fasilitas Makan?