Kamis, 15 Februari 2018

B-O-N-U-S

Ketika keluar dari rutinitas yg setiap hari kita lakukan dan mempunyai "waktu lebih" sedikit aja....itulah sebuah bonus.


Saat "waktu lebih" itu punya saya namun hakikatnya bonus buat semua orang dirumah.Kenapa? Karena diri ini bukanlah lagi milik hak pribadi seorang, sudah ada prioritas yg lebih tinggi yaitu untuk suami dan anak2.
Bukan hanya saya lho....dominan emak2 punya sifat seperti itu, berkorban waktu dan kesempatan untuk suami dan anak2 itu adalah hal yg sangat biasa, bahkan terkadang "me time" untuk emak itu jadi sesuatu hal yg langka. Pun jika akhirnya pagi itu ketika ada "waktu lebih" buat saya namun akhirnya harus habis untuk urusan keluarga.

Disaat saya biasa berangkat kerja jam 6 pagi, hari itu saya dapat dispensasi mundur 6 jam (meski waktu pulang juga jadi mundur 3 jam), namun tetap untung kalo menggunakan perhitungan matematika he...
Pagi saya bisa full membersamai anak2 menjelang berangkat sekolah, mulai menyiapkan sarapan, menemani mereka menghabiskan suapan demi suapan, bahkan sempat menyuapkan beberapa sendok ke mulut anak yg masih lama makannya. Lanjut memastikan buku sudah terjadwal semua di tas, mempercepat mereka memakai sepatu, dan melepas kepergian mereka ke sekolah.

Jika biasanya suami yang terakhir berangkat ke kantor dan harus menyiapkan semuanya sendiri, pagi itu saya bisa full menyiapkan kebutuhan suami, mulai dari sarapan dirumah, memastikan baju seragam dan kelengkapannya OK, dan melepas beliau ke tempat kerja. Lega rasanya jika anak dan suami sudah berangkat ke tempat aktivitas mereka dengan bahagia dan tidak terlambat.

Tugas pagi belum selesai...lanjut antar si bungsu ke tempat mbah yang ngasuh, meski saya berangkat siang hari, namun jika si kecil tahu jadwal saya bisa2 saya gagal berangkat kerja hari itu. Bocah ini cerdas luar biasa, saya harus menata ucapan agar tidak salah dan digugat di kemudian hari. Termasuk jika hari itu saya berangkat lebih siang dan menuju ke tempat favorit dia :-)

Setelah rumah sepi...mulailah "si inem" bertugas : sapu halaman rumah, beres2 ruang tamu, mengurus jemuran kemarin yg belum kering sambil memutar mesin cuci untuk baju2 kotor yg menumpuk, dan pekerjaan rumah lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Dengan sebuah harapan bahwa sebelum berangkat nanti semua pekerjaan itu bisa terselesaikan.

Menit demi menit, jam demi jam berlalu dan ternyata sudah saatnya berangkat kerja....dan saya harus mengakhiri aktivitas saya dengan tugas2 kerumahtanggaan,  meski daftar pekerjaan rumah belum juga selesai.

Namun patutlah bonus waktu pagi itu disyukuri, insya Allah saat suami n anak pulang sore, rumah sudah rapi :-)
Oya plus pagi itu saya bisa juga ikut menyimak kulwap di grup Jogja#1, berbagi ilmu via online.

Alhamdulillah....Nikmat Allah manakah yang engkau dustakan?

#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikDanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Umroh Keluarga Tanpa Fasilitas Makan?