Saya pencinta buku, di rumah banyak tumpukan buku
yang menjadi koleksi, baik yang sudah selesai baca maupun belum. Tahun demi tahun, sebagai pencinta sekaligus penikmat buku, saya penasaran dengan proses penulisan dan penerbitan
buku yang saya baca (sempat
saat kuliah bercita-cita tambahan jadi wartawan J ). Saya juga ingin suatu saat nama saya
akan teukir di sebuah buku,
sebagai penulis, dan akan dinikmati para pencinta buku yang lainnya. Tapi saya sadar, ilmu dan kemampuan yang saya miliki pas-pasan,
tidak mungkin rasanya saya bisa menerbitkan buku solo, oleh karena itu saya
coba mencari peluang untuk menerbitkan buku dalam bentuk rombongan atau biasa
disebut antologi.
Bergabunglah saya di sebuah komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) pada tahun 2012. Cukup banyak
pelajaran menulis yang saya dapatkan di komunitas ini, baik fiksi maupun non
fiksi. Terlebih semangat ibu-ibu
disini selalu membara untuk menulis dan menerbitkan buku. Biasanya
masing-masing
anggota punya blog yang menjadi wadah tulisan mereka, akhirnya saya terinspirasi untuk mengikuti juga membuat
blog. Otodidak dan benar2 mulai dari NOL. Alhamdulillah...jadilah blog itu dan
satu dua tulisan sudah berhasil saya posting. Namun semangat nge-blog ini hanya
bertahan seminggu dua minggu,
setelah itu blog nya tak ada aktivitas lagi he….
Pada suatu kesempatan, di grup IIDN di-posting
ajakan untuk bergabung dalam sebuah buku antologi. Tema yang diangkat adalah tentang kesyukuran,
akan menjadi buku antologi serial STORYCake-nya Gramedia. Wah…inilah
kesempatan yang saya
tunggu-tunggu...
Mulai saya mencari ide cerita yang sesuai dengan
tema yang ditentukan, harus berasal dari kisah nyata, dan tentunya membuat
tulisan non-fiksi dari kisah nyata lebih mudah jika kita sendiri sebagai tokohnya. Setelah saya pilih sebuah kisah hidup saya
yang sebenarnya, mulailah saya susun kata demi kata, mengingat kembali cerita kehidupan yang membuat saya
selalu dan selalu mengucap Hamdallah. Kata-kata yang menyusun cerita pun mulai mengalir serta dengan
sedikit emosi membuat jari-jari
saya lancar menari di keyboard laptop. Alhamdulillah sebuah tulisan yang
sesuai dengan syarat yang ditetapkan penanggung jawab antologi bisa saya
selesaikan. Segera saya kirimkan sesuai alamat email yang tertulis.
Seminggu...dua minggu...ah saya sudah lupa berapa lama masa menunggu pengumuman
itu. Namun lamanya penantian ternyata membuahkan hasil...tulisan saya terpilih
menjadi salah satu kontributor di antologi ini. Alhamdulillah....
Mulailah komunikasi yang lebih intensif dengan
penanggung jawab antologi, tentang judul yang kurang pas, isian yang perlu di
perhatikan ataupun disingkat, dan juga membuat separagraf tentang riwayat
penulis. Hah...ini lah salah satu hal yang susah, membuat riwayat singkat
kepenulisan padahal saya kan
tidak pernah punya karya kepenulisan, ini kan kiriman antologi pertama.
Akhirnya isiannya hanyalah : seorang
ibu bekerja dengan 4
anak he...
Sebulan...dua bulan...3 bulan dst tenyata lama
juga menunggu antologi ini selesai disusun, di edit, di layout. Dan saya dari
yang awalnya sabar menunggu, menjadi tidak ada keinginan untuk mengecek progres
penerbitan antologi ini. Hampir saja saya su'udzon naskah ini tidak jadi terbit, namun
saya coba tepis dengan membangun
komunikasi bersama kontributor lainnya.
Alhamdulillah…akhirnya
terbit juga setelah penantian sekitar 6 bulan atau lebih. Sebuah buku yang
menjadi karya antologi pertamaku. ( semoga bukan pula yang terakhir :-) )
=========================
Menulis membuat saya lebih menghargai diri saya
sendiri, jika tidak kita sendiri siapa lagi.
Jadi saya akan terus menulis dan
menulis meski karya yang hadir cukuplah mengisi catatan di sebuah buku diary
ataupun kenangan yang akan dibaca anak-anak kelak.
Lunas sudah....15 hari bercerita! Alhamdulillah…
#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikDanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe15


Alhamdulillah lunas ya Mbak, masyaallah selamat ya Mbak untuk buku antologi pertamanya. :)
BalasHapus