Rabu, 28 Februari 2018

ROAD TO MEDIA (4)



Saya pencinta buku, di rumah banyak tumpukan buku yang menjadi koleksi, baik yang sudah selesai baca maupun belum. Tahun demi tahun, sebagai pencinta sekaligus penikmat buku, saya penasaran dengan proses penulisan dan penerbitan buku yang saya baca (sempat saat kuliah bercita-cita tambahan jadi wartawan J ). Saya juga ingin suatu saat nama saya akan teukir di sebuah buku, sebagai penulis, dan akan dinikmati para pencinta buku yang lainnya. Tapi saya sadar, ilmu dan kemampuan yang saya miliki pas-pasan, tidak mungkin rasanya saya bisa menerbitkan buku solo, oleh karena itu saya coba mencari peluang untuk menerbitkan buku dalam bentuk rombongan atau biasa disebut antologi.

Bergabunglah saya di sebuah komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) pada tahun 2012. Cukup banyak pelajaran menulis yang saya dapatkan di komunitas ini, baik fiksi maupun non fiksi. Terlebih semangat ibu-ibu disini selalu membara untuk menulis dan menerbitkan buku. Biasanya   masing-masing anggota punya blog yang menjadi wadah tulisan mereka, akhirnya saya terinspirasi untuk mengikuti juga membuat blog. Otodidak dan benar2 mulai dari NOL. Alhamdulillah...jadilah blog itu dan satu dua tulisan sudah berhasil saya posting. Namun semangat nge-blog ini hanya bertahan seminggu dua minggu, setelah itu blog nya tak ada aktivitas lagi he….


Pada suatu kesempatan, di grup IIDN di-posting ajakan untuk bergabung dalam sebuah buku antologi. Tema yang diangkat adalah tentang kesyukuran, akan menjadi buku antologi serial STORYCake-nya Gramedia. Wah…inilah kesempatan yang saya tunggu-tunggu...

Mulai saya mencari ide cerita yang sesuai dengan tema yang ditentukan, harus berasal dari kisah nyata, dan tentunya membuat tulisan non-fiksi dari kisah nyata lebih mudah jika kita sendiri sebagai tokohnya. Setelah saya pilih sebuah kisah hidup saya yang sebenarnya, mulailah saya susun kata demi kata, mengingat kembali cerita kehidupan yang membuat saya selalu dan selalu mengucap Hamdallah. Kata-kata yang menyusun cerita pun mulai mengalir serta dengan sedikit emosi membuat jari-jari saya lancar menari di keyboard laptop. Alhamdulillah sebuah tulisan yang sesuai dengan syarat yang ditetapkan penanggung jawab antologi bisa saya selesaikan. Segera saya kirimkan sesuai alamat email yang tertulis.

Seminggu...dua minggu...ah saya sudah lupa berapa lama masa menunggu pengumuman itu. Namun lamanya penantian ternyata membuahkan hasil...tulisan saya terpilih menjadi salah satu kontributor di antologi ini. Alhamdulillah....

Mulailah komunikasi yang lebih intensif dengan penanggung jawab antologi, tentang judul yang kurang pas, isian yang perlu di perhatikan ataupun disingkat, dan juga membuat separagraf tentang riwayat penulis. Hah...ini lah salah satu hal yang susah, membuat riwayat singkat kepenulisan padahal saya kan tidak pernah punya karya kepenulisan, ini kan kiriman antologi pertama. Akhirnya isiannya hanyalah : seorang ibu bekerja dengan 4 anak he...

Sebulan...dua bulan...3 bulan dst tenyata lama juga menunggu antologi ini selesai disusun, di edit, di layout. Dan saya dari yang awalnya sabar menunggu, menjadi tidak ada keinginan untuk mengecek progres penerbitan antologi ini. Hampir saja saya su'udzon naskah ini tidak jadi terbit, namun saya coba tepis dengan membangun komunikasi bersama kontributor lainnya.

Alhamdulillah…akhirnya terbit juga setelah penantian sekitar 6 bulan atau lebih. Sebuah buku yang menjadi karya antologi pertamaku. ( semoga bukan pula yang terakhir :-)


=========================

Menulis membuat saya lebih menghargai diri saya sendiri, jika tidak kita sendiri siapa lagi. 
Jadi saya akan terus menulis dan menulis meski karya yang hadir cukuplah mengisi catatan di sebuah buku diary ataupun kenangan yang akan dibaca anak-anak kelak.

Lunas sudah....15 hari bercerita! Alhamdulillah…

#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikDanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe15

 


1 komentar:

  1. Alhamdulillah lunas ya Mbak, masyaallah selamat ya Mbak untuk buku antologi pertamanya. :)

    BalasHapus

Umroh Keluarga Tanpa Fasilitas Makan?