Minggu, 18 Februari 2018

ROAD TO MEDIA (1)

Salah satu cita-cita jangka pendek saya waktu kecil adalah terpampangnya nama saya di media, tentunya dengan alasan baik ya...misal menang lomba atau diliput karena pelajar berprestasi. Namun sayangnya alasan itu tidaklah pas untuk saya, akhirnya saya harus banting stir dengan alasan yang lain...asal nama saya tertulis di media.

Saat Sekolah Dasar kami diwajibkan membeli sebuah lembar kerja siswa (LKS) sebagai latihan soal. Namanya kalo tidak salah Gemar Belajar, terbit tiap tiga bulan sekali, alamatnya di Jl Makam Paneleh Surabaya. Kenapa saya masih hafal? :-)
Karena sesuai dengan cita2 saya, meski bukan menjuarai lomba saya berusaha memantaskan diri agar nama saya tercantum di LKS itu...caranya : dengan mengirimkan jawaban kuis yang ada di halaman belakang LKS lewat kartu pos, beberapa kali kirim tentulah saya jadi hafal he....
Jawabannya menurut saya mudah, namun kan faktor keberuntungan besar disitu. Dipilih 3 nama dari ratusan pengirim. Dan saya berharap jadi salah satunya....Sri Suharti, SDN Suryodiningratan 3 Yogyakarta. Dan akhirnya sampai saya lulus SD...belum pernah nama saya dimuat di situ hiks...

Ok lah, cita-cita masih terpendam. Saat di bangku SMP pun tidak ada inisiatif untuk mengirimkan hal yang sejenis. Begitu masuk ke SMA, saya kok masih penasaran dengan dimuatnya nama saya di media. Pas saat kelas 1 SMA, saya mempunyai sahabat di kampung yang bersekolah di SMA Muhammadiyah. Kami sering pergi bareng atau sekedar gantian berkunjung ke rumah masing-masing. Saat saya kerumahnya ternyata banyak tumpukan majalah Kuntum yang ada disana, ternyata majalah itu dibagikan gratis kepada siswa-siswi yang bersekolah di Muhammadiyah. Saya bolak balik majalahnya cukup menarik. Akhirnya setiap saya main kerumahnya tidak pernah saya lewatkan pinjam majalah kuntum terbarunya.

Saat saya buka halaman demi halaman ternyata ada rubrik opini yang berkaitan dengan pemakaian jilbab di kalangan anak SMA, saya tergelitik untuk sampaikan pendapat saya lewat majalah itu. Akhirnya saya ajak sahabat saya untuk sama- sama menulis pendapat masing-masing dan dikirimkan ke redaksinya.

Mulailah saya menuliskan apa yang ada di kepala, pandangan saya tentang jilbab yang saya gunakan kemudian mengamati realitas pengguna jilbab di kalangan pelajar dan sebagainya. Tulisan itu saya rapikan dengan mesin ketik tangan dan saya kirimkan ke redaksi. Sahabat saya pun melakukan hal yang serupa. Ternyata....tulisan saya itu dimuat di rubrik opini majalah Kuntum sekitar tahun 1998, cita-cita saya terwujud Alhamdulillah....

Saya dikirimi surat lewat sekolah untuk mengambil honor tulisan saat itu sebesar Rp 7.500,- rupiah. Sebagai pembanding uang transportasi saya ke sekolah PP Rp 300,- naik bis kota. Jadi kalo di nilai kan di tahun 2018 kira-kira berapa ya? He...

Dimuatnya tulisan saya di majalah kuntum saat itu membuat bahagia tak terkira syalalaaa....maklum dengan modal majalah pinjaman dan tulisan pertama lagi, langsung bisa dimuat. Alhamdulillah.
Sejak itulah saya lebih percaya diri dan semangat untuk menulis lagi...meski tidak semuanya terkirim, ataupun akhirnya terkirim namun tidak dimuat juga he...
Insya Allah...Road to Media berikutnya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Umroh Keluarga Tanpa Fasilitas Makan?