Kita tidak akan pernah tahu
kapan jadwal kematian akan tiba, kita hanya tahu satu : jadwal itu telah
tertuliskan bagi setiap diri kita. Hikmah dari waktu yang tidak kita
ketahui adalah persiapan yang harus kita lakukan untuk menyambut jadwal kematian
tersebut.
Ketika seseorang berakhir
dengan Kematian yang Baik (Khusnul Khotimah) maka beribu keutamaan ada padanya.
Di dunia saja akan banyak dikenang orang, disebut-sebut semua kebaikannya,
banyaknya sahabat dan kerabat yang men-sholatkan, mendoakan dan mengantarkan
sampai peristirahatan terakhir. Banyak pula orang yang terinspiorasi dengan
momen Kematian yang Baik tersebut, sehingga menggerakkan hati dan jasad mereka
menuju kebaikan. Itulah beberapa amalan yang akan dibawa sampai akhirat bagi
yang telah terjadwal.
Kematian yang Buruk (Su’ul
Khotimah) adalah seburuk-buruk saat kembali kepada Illahi. Tak ada satu
orangpun yang menginginkan berakhir dengan kematian yang buruk. Sebelum sampai
ke azab kubur, telah nampak beberapa tanda di dunia tentang akhir kehidupannya.
Bisa ucapan buruk yang ada di mulutnya, berada di temapat maksiat saat jadwal
itu datang ataupun terbukalah aib selama di dunia yang selalu ditutupi.
Sudah
sampai manakah persiapan kita?
Jika Kematian yang Baik kita
harapkan, janganlah tunda-tunda melaksanakan kebaikan, jauhkanlah niat-niat
keburukan dan tinggalkanlah masa lalu yang kelam.
Kenangan buruk di masa lalu
akan mudah tertutupi dengan kebaikan di masa sekarang dan masa depan.
Tidak ada kata terlambat untuk
mengawali sebuah perubahan kebaikan…..TAUBAT…..
Janganlah sekali-kali berharap
kematian yang buruk, susah di dunia dan susah di akhirat.
Mulai
saat ini,
pada
diri sendiri
kita
segera perbaiki
menyambut
jadwal yang harus ditepati…..
26
April 2013, saat wafatnya Ust Jeffry Al Buchori
Tidak ada komentar:
Posting Komentar