Assalamu’alaikum.wr.wb
Bapakku tercinta, bagaimana kabar Bapak disana? Semoga Allah memberi
kebaikan yang lebih pada dirimu saat ini.
Pak, banyak hal yang ingin kuceritakan kepadamu saat ini. Aku
berharap sedikit tulisanku ini mampu mengurangi kegundahanku sebagai seorang
pegawai yang harus amanah sekaligus jadi istri untuk suamiku, ibu untuk
anak-anakku dan peran-peran lainnya.
Masih teringat wisudaku 6 bulan yang lalu saat Bapak dan Ibu tak
bisa hadir. Sedih rasanya tapi aku tetap persembahkan kelulusan itu untuk Bapak
dan Ibu tercinta. Tanpa ada ridho kalian mustahil kelulusan itu bisa kuraih.
Dan setelah kelulusan itu, aku pun harus kembali ke kantor lama.
Banyak cerita sebagai “pegawai baru” di kantor ini. Kantor Badan
Pusat Statistik yang megah…..itulah hal
pertama dan kesan awal masuk lagi ke kantor ini,jauh penampakannya ketika
kutinggalkan 2 tahun yang lalu. Istilahnya sekarang jadi semakin pede ketika ada orang bertanya
“Kerja dimana bu? Oh, yang kantornya baru dan megah itu ya di Pattimura.”.
Hal kedua, jam masuknya yang
(mulai) ketat. Semua pegawai masuk jam 7.30, toleransi sampai jam 8. Jika
terlambat harus mengganti jam pada saat pulang kantor. Rasanya kaget dengan
aturan baru ini….di saat bapaknya anak-anak punya jadwal kantor yang ketat, aku
pun juga berlaku yang sama. Padahal anak-anak masih kecil dan asisten rumah
tangga pun belum kami dapat. Seandainya Bapak dan juga ibu disini, tentulah
kami tak perlu berpusing ria, bisa kami tinggal dirumah. Amanlah cucu-cucu sama
Kakek Neneknya he….
Baru beberapa hari di kantor, ada perintah dari atasan “ Ayo kita
vicon di ruang rapat!”. Dalam hati bertanya apa itu vicon, rapat sejenis apa
ya? Ternyata setelah masuk ruangan, oh…seperti inilah vicon. Rapat bersama
tetapi di 34 wilayah yang berbeda. Kita bisa langsung berinteraksi dengan
seluruh pegawai BPS baik di Pusat maupun 33 provinsi lainnya. Hebat ya…(menurut
ukuranku) gak perlu lagi SPPD lebih untuk mempertemukan pegawai di Jakarta.
Mantap lah.
Pak, semakin banyak kurasakan perbedaan kantor BPS ini sejak kutinggalkan. Pekerjaan
yang semakin banyak dan terus menumpuk, membutuhkan kecepatan dan ketepatan
menyelesaikan semuanya, akhirnya laporan tagihan dokumen dan entry-an data selalu muncul di layar
e-mail maupun HP. Sistem keuangan yang semakin ketat, dengan tidak ada lagi
uang yang bisa di putar balikkan untuk menutupi kegiatan non DIPA, semuanya
harus sesuai aturan pengeluaran yang telah dianggarkan Negara. Administrasi pegawai
yang lebih tersusun rapi, terencana dan sistematis.
Oya pak, satu lagi yang nampak mencolok di kantor ini adalah meja
receptionist yang clean dan di sebelahnya adalah ruangan perpustakaan yang
sangat mendukung masyarakat untuk mencari data. Jadi ingat masa-masa nulis
untuk tugas akhir kuliah, mencari data adalah hal yang sangat susah…mudah-mudahan
dengan pelayanan statistik terpadu ini semua menjadi mudah. Seandainya Bapak
bisa datang kesini tentunya Bapak bangga dengan keberadaan anaknya sebagai
pegawai di kantor BPS ini.
Pak…masih setia kan baca tulisanku yang panjang?
Ternyata semua itu adalah buah dari Reformasi Birokrasi BPS, Pak! Pasti
Bapak bertanya apa itu Reformasi Birokrasi? Intinya adalah BPS dan seluruh
pegawainya harus berubah menjadi insan statistik yang Profesional, Integritas
dan Amanah. Memang Pak, tidak semua
pegawai siap dengan perubahan itu. Ada yang mendukung dan semangat, ada yang ikut-ikut
saja perubahan yang terjadi, ada yang
masih malas-malasan untuk bergerak, bahkan ada juga yang melihat perubahan ini
dari sisi buruk-buruknya saja. Aku ada di posisi mana? Pegawai yang profesional
belum, punya integritas tinggi tidak juga, dan pegawai yang amanah…masih
banyak yang asal-asalan ataupun
terlambat menyelesaikannya. Tetapi siap ataupun tidak siap, aku harus bisa
berubah. Mendukung Reformasi Birokrasi ini dengan segala konsekuensinya. Tanpa
pula aku melupakan amanahku di rumah dan peran-peran lainnya.
Pak, aku mohon ridhomu agar
aku bisa menjalani semuanya, semampuku dan sekuat tenagaku. BPS adalah amanahku
dan ladang amalku, semoga segala yang kulakukan disini memberi kebaikanku di
dunia dan akhirat. Aamiin. Karena aku yakin Pak, perubahan yang terjadi di BPS
ini akan bisa berhasil manakala setiap insan statistik pegawai BPS (setidaknya
diriku sendiri) menyadari tugas dan posisi masing-masing, menjunjung tinggi
nilai-nilai kejujuran (yang sudah semakin luntur), dan selalu bersemangat untuk
maju. Bukan hal yang mudah Pak, meski dengan tawaran tunjangan Remunerasi yang
dijanjikan. Tapi kami yakin kami bisa berubah menjadi pegawai BPS yang
Profesional, Integritas dan Amanah.
Terima kasih Pak, sudah lega rasanya hati ini. Bisa berbagi cerita dengan
Bapak. Semoga Allah menuntun langkah-langkah kita semua. Aamiin.
Wassalamu’alaikum. Wr.wb
Salam Sayang,
Anakmu Tercinta
# Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Menulis Hari Statistik Nasional 2012 di Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Alhamdulillah dapat Juara 1 ^_^
#Al Fatihah untuk (alm) Bapak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar