Hari itu menjadi hari pertama bagi saya mengajar anak-anak SD di sekolah. Sebelumnya saya sudah beberapa kali menghadapi anak-anak usia SD namun di lembaga non sekolah, seperti di acara masjid atau Taman Pendidikan Al Quran (TPA). Namun ternyata sebuah hal yang berbeda ketika harus menghadapi anak usia tersebut di bangku formal dengan berseragam merah putih. Seperti dilemparkan ke masa lalu....
Terlebih saya melihat seorang gadis kecil yang berambut panjang dikepang 2 yang selalu tersenyum manis, seolah-olah mengingatkan pada memori masa kecil berseragam yang sama.
Dan inilah saya, yang harus mengajar tentang profesi saya di Hari Inspirasi 4 Februari 2019 bersama Kelas Inspirasi Trenggalek 5
....
Oktober 2018
Saya mengikuti sebuah seminar nasional di
Universitas Yogyakarta (UNY) dengan salah satu pembicara finalis Puteri
Indonesia 2016, Disma Ajeng Rastiti. Saat itu mbak Disma bercerita tentang
salah satu pengalamannya mengikuti sebuah kelas inspirasi di Yogyakarta.
Bagaimana seorang anak yang tinggal di lingkungan pariwisata (Candi Prambanan)
yang terlihat maju dan modern, mempunyai cita-cita sederhana seperti yang dia
lihat sehari-hari, ya cita-cita sebagai penjaga parkir, jualan asongan maupun
penjaga toilet. Meski tujuannya memberikan inspirasi ke murid SD yang
didatangi, namun mbak Disma mengatakan, banyak inspirasi yang beliau dapatkan
dari anak-anak sederhana itu. Dan saya pun mulai tergelitik, seperti apa
sebenarnya kelas inspirasi itu?
Tak lama berselang, kantor suami
mengadakan acara yang hampir sama, dengan judul Kemenkeu Mengajar. Suami pun
ikut bergabung menjadi salah satu pengajar di sebuah SD daerah Sleman. Satu
hari sebelum hari H, semua pengajar berkumpul di sekolah yang akan didatangi
dan merencakan apa dan bagaimana yang akan dikerjakan esok hari. Suami pun
mengajak saya dan anak-anak sekalian jalan-jalan di hari Minggu. Singkat kata,
program Kemenkeu Mengajar di Yogyakarta pun selesai, dan suami mulai
berbisik...kita ikut kelas mengajar yang lain yuk! ^_^
Wah gayung bersambut ini....namun seperti
biasa, suami adalah pembuat rencana dan saya lah yang melaksanakan aksi mulai
dari A-Z. Yang penting beliau ridho he...
November 2018
Mulailah penelusuran wilayah di
www.kelasinspirasi.com, seperti apakah kegiatannya? Jujur awal melihat web ini
dengan penampilan foto bersama anak-anak SD baik di kelas maupun saat bersama
para relawan, membuat hati ini bergetar he....
Setelah sedikit banyak ada bayangan tentang
sebuah kelas inspirasi, mulailah masuk lebih dalam ke web itu dan mencari
jadwal yang cocok untuk cuti dari kantor + wilayah yang terjangkau dari
Yogyakarta. Dapatlah di tanggal Senin, 4 Februari 2019 (biasa disebut hari
kejepit nasional) waktu yang tepat untuk keluar kota. Dan lokasi Hari Inspirasi itu di Trenggalek, sebuah kabupaten di wilayah Jawa Timur (akhir tahun lalu kami sudah melakukan roadshow ke beberapa kabupaten di Jawa Timur, namun belum mencapai Trenggalek).
Setelah diskusi dengan suami mengenai jadwal dan lokasi acara, beliau setuju dengan rencana perjalanan darat menggunakan mobil membawa serta 3F. Ok, misi dilanjutkan mencari info... langsung hubungi kontak person yang tercantum di situ. Jawabannya singkat, silahkan kakak ikuti update terbaru via Instagram.
Mau tidak mau demi sebuah misi, mulailah instal aplikasi Instagram di gawai. Sebenarnya sudah pernah ada akun instagram yang dibuat, namun karena kemanfaatannya kurang bagi saya (maafkan...saya masih setia di Facebook he...) maka aplikasi itu saya hilangkan di gawai.
Ok...misi dilanjutkan.
Desember 2018
Setelah diskusi dengan suami mengenai jadwal dan lokasi acara, beliau setuju dengan rencana perjalanan darat menggunakan mobil membawa serta 3F. Ok, misi dilanjutkan mencari info... langsung hubungi kontak person yang tercantum di situ. Jawabannya singkat, silahkan kakak ikuti update terbaru via Instagram.
Mau tidak mau demi sebuah misi, mulailah instal aplikasi Instagram di gawai. Sebenarnya sudah pernah ada akun instagram yang dibuat, namun karena kemanfaatannya kurang bagi saya (maafkan...saya masih setia di Facebook he...) maka aplikasi itu saya hilangkan di gawai.
Ok...misi dilanjutkan.
Desember 2018
9 Desember 2018...telah dibuka pendaftaran Relawan Pengajar dan Dokumentator !!!
Karena sudah diniatkan jauh-jauh hari, maka saya pun segera mendaftar dengan link yang sudah diberikan. Sambil dag dig dug...bener tidak ya isiannya???
Dan lagi-lagi saya adalah penanggungjawab suami, beliau juga saya daftarkan termasuk tentang opini (sekilas tentang dunia kerja) saya juga yang isikan (eh tapi ini murni opini suami lho...hanya saya saja yang isikan via form).
Semua beres...kita tunggu pengumumannya tanggal 18 Januari 2019 (pas Momen Spesial saya itu ehm...ehm...)
Sebenarnya syarat menjadi relawan itu apa sih? Ini dia...
Gampang kan?
Intinya sebelum daftar, lihat dulu jadwal Hari Inspirasi yang akan dilakukan, memungkinkan tidak kita untuk cuti kerja di hari itu. Kalo lokasi dekat cuti 2 hari kerja cukup, bisa datang di saat Briefing dan pas Hari Inspirasinya. Kalo tempatnya jauh, perhitungkan juga perjalanan berangkat dan baliknya...jangan sampai pas selesai Hari Inspirasi kita jadi nambah ijin gegara masih di perjalanan pas hari kerja berikutnya.
OK??? Lanjuuut...
Januari 2019
Hari yang ditunggu pun tiba...tanggal 18. "Hari istimewa saya"
Eh pengumuman tentang Relawan Pengajar hadir juga, dag dig dug der...serasa ikut ujian dan harap-harap cemas lolos atau tidak. Dan Alhamdulillah, Allah beri kami (berdua) kesempatan untuk silaturahmi ke Trenggalek.
Ok anak-anak...siapkan bekal, kita mau berpetualang lagi!
Di Kelas Inspirasi Trenggalek 5 ini, berdasarkan pengumuman ada 76 Relawan Pengajar dan 44 Relawan Dokumentator, yang akan di alokasikan di 11 sekolah (rombongan belajar = rombel). Jadi nanti Relawan Pelajar ini lah yang akan mengajar di kelas, sedangkan Relawan Dokumentator bertugas mendokumentasikan kegiatan rombel baik berupa foto maupun video.
Ba'da pengumuman di website, tak berapa lama kami dihubungi via whatapps (WA) oleh Panitia Lokal KIGA#5. Ditanyakan kesediaan dan kmitmetnya lagi untuk bisa datang di Hari Inspirasi. Masya Allah...kami jadi deg-deg an, semoga urusan semuanya lancar termasuk cuti. Karena ini adalah sebuah janji!
Mulailah babak baru sebagai (calon) relawan, kami dimasukkan ke WA Grup sesuai rombongan belajar masing-masing. Awalnya kami berdua tidak ada di rombel yang sama, suami di SDN Srabah dan saya di Dompyong 4. Namun mengingat kami berdua akan membawa serta 3F (kelas 5 SD, 4 SD dan TK A), rasanya akan sangat repot jika kami tidak berada di lokasi yang sama.
Akhirnya
kami ajukan ke panitia lokal, minta disatukan di satu rombel terserah
dimana saja. Jadilah takdir kami sebagai Relawan Pengajar SD Dompyong
4....bersama...
PANITIA LOKAL
1. Ghaliyah
2. Anwar
3. Yeni
Relawan Pengajar
1. Bias
2. Fibri
3. Putri
4. Wito
5. Harti ( ^_^)
6. Amin (ehm...ehm...)
Relawan Dokumentator
1. Teguh
2. Andi Darma
3. Ninda
4. Kak Bare (ini awalnya tidak masuk ke grup...tapi pas hari H malah beliau super sibuk, ternyata partner Ninda pas buat video)
Oya,
bahasa yang formal digunakan di Kelas Isnpirasi ini adalah panggilan
"KAK" jadi kita harus membiasakan diri memanggil teman yang lebih tua
atau muda dengan sebutan KAK.
Hai KAK Harti...begitu contohnya!
Bersambung...







